Liputan6.com, Jakarta - Puncak ibadah haji yang akan berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fase paling krusial bagi para jemaah. Mulai 4 Juni 2025, jemaah haji Indonesia secara bertahap akan digeser ke Arafah untuk menjalani wukuf, sebagai bagian inti dari rukun haji. Untuk itu, kesiapan layanan kesehatan menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan aman dan lancar.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam menjamin kesehatan jemaah selama prosesi ibadah di Armuzna. Dalam Pertemuan Sosialisasi Persiapan Kesehatan Haji secara daring, Selasa (3/6), ia menyebutkan kesiapan personel dan logistik kesehatan sudah dilakukan secara menyeluruh.
Tidak ada komentar