Liputan6.com, Jakarta Di era digital yang serba cepat, arus informasi datang dari berbagai arah dan nyaris tak terbendung, mulai dari media sosial, pesan singkat, hingga pemberitaan daring yang seakan tidak pernah berhenti mengalir. Kondisi ini membawa manfaat berupa kemudahan memperoleh kabar terkini, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan mental karena otak manusia memiliki keterbatasan dalam menyaring informasi yang terus menerus masuk.
Dikutip dari Ugm.ac.id, Psikolog Klinis, Pamela Andari Priyudha, M.Psi., Psikolog menekankan bahwa paparan terhadap berita-berita buruk secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang mengalami ketegangan psikologis yang kronis dan kolektif.
Tidak ada komentar