Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas masyarakat Indonesia menilai sektor perbankan memiliki peran besar terhadap perubahan iklim, terutama jika terus menyalurkan pembiayaan kepada proyek tambang dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. Bahkan, sebagian masyarakat menyatakan siap meninggalkan bank yang masih mendanai proyek batu bara baru.
Hal itu terungkap dalam laporan bertajuk Banks and Coal Financing: Public Perception Survey across Indonesia, Malaysia, and Singapore yang dirilis pada Selasa (19/5/2026). Survei dilakukan oleh YouGov terhadap 4.000 responden di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan 2.000 responden berasal dari Indonesia.
Tidak ada komentar