Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang belakangan tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai masih memiliki peluang untuk kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek dan faktor musiman dibanding persoalan fundamental ekonomi domestik.
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif kuat sehingga tekanan terhadap rupiah tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Tidak ada komentar