Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kekhawatiran publik atas merosotnya nilai tukar rupiah, sebuah sudut pandang optimistis justru melihat fenomena ini sebagai berkah tersembunyi untuk merombak total daya saing ekonomi nasional.
Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri menilai, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seharusnya tidak dipandang sebagai sinyal melemahnya ekonomi nasional. Menurut dia, kondisi tersebut justru merupakan bagian dari proses restrukturisasi ekonomi menuju daya saing yang lebih kuat.
Tidak ada komentar