Liputan6.com, Jakarta - Inflasi energi global yang dipicu konflik Iran mulai menimbulkan kekhawatiran baru terhadap perekonomian Asia. Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menilai lonjakan harga energi kini menciptakan “guncangan stagflasi” yang lebih persisten dari perkiraan awal pasar.
Mengutip laman CNBC, Kamis (28/5/2026) dalam konferensi Bank of Japan-IMES, Goolsbee mengatakan pasar sebelumnya memperkirakan harga energi akan turun lebih cepat. Namun kenyataannya, harga minyak masih bertahan jauh di atas level sebelum konflik pecah, meski terdapat sinyal kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Tidak ada komentar