Liputan6.com, Jakarta - Bayangkan bagaimana dunia kerja di 2050. Tidak ada lagi perjalanan panjang menuju kantor. Tidak ada jam kerja kaku dari pukul 09.00 hingga 17.00. Rapat berlangsung di ruang virtual yang terasa nyata, sementara kecerdasan buatan (AI) membantu mengatur jadwal, menganalisis data, hingga mempercepat pengambilan keputusan.
Bahkan, sebagian pekerja mungkin terhubung langsung dengan teknologi melalui implan saraf yang menghubungkan otak manusia ke perangkat digital. Gambaran tersebut bukan lagi sekadar fiksi ilmiah.
Tidak ada komentar