Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 naik menjadi Rp 61,83 triliun dari sebelumnya dalam APBN 2021 sebesar Rp 59,26 triliun.
"Usulan subsidi listrik RAPBN 2022 mencapai Rp 61,83 triliun dengan asumsi nilai tukar sebesar Rp 14.450 per dolar AS, ICP (harga minyak mentah Indonesia) USD 60 per barel dan inflasi 3 persen," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, dikutip dari Antara, Rabu (2/6/2021).
Tidak ada komentar