Liputan6.com, Jakarta - Memasuki Juni 2021, pasar properti di segmen rumah menengah ke bawah, khusus daerah kawasan industri, seperti Cibitung dan Bekasi, mulai tumbuh signifikan. Kebutuhan tempat tinggal khususnya rumah tapak bagi karyawan dan buruh pabrik terus meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen.
Sementara, dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog perumahan secara nasional Desember 2020 mencapai 10 juta unit rumah. Dimana diperkirakan sekitar 65 persen adalah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, yang menggunakan skema Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Tidak ada komentar