Liputan6.com, Jakarta - Pasar keuangan global menghadapi ketidakpastian yang berkelanjutan seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah pada pekan ini. Hal itu membuat harga minyak tetap tinggi.
Mengutip riset Ashmore Asset Management Indonesia, Minggu (7/6/2026), tantangan masih berasal dari Selat Hormuz yang masih terbatas untuk dilalui, sehingga menimbulkan tekanan yang semakin besar dengan gangguan pasokan yang berkepanjangan. Selain itu, kemungkinan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengingat masih ada isu-isu yang tidak sesuai dengan tuntutan masing-masing negara.
Tidak ada komentar