Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI Angkatan Darat buka suara terkait insiden ledakan mortir yang menewaskan tiga pemulung. TNI memastikan peluru mortir 81 komando tidak meledak di area latihan prajurit.
"Itu terjadi di Kampung Ciparang, bukan di Pusdikif. Di rumah penduduk, bukan di tempatnya Pusdikif. Di rumah penduduk," kata Komandan Pusat Pendidikan Infanteri, Brigadir Jenderal Zaipul Rahman, kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Tidak ada komentar