Liputan6.com, Jakarta Tren healthy snacking terus berkembang di seluruh dunia. Kini, semakin banyak orang sadar bahwa camilan bukan lagi sekadar pemuas rasa lapar, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat. Masyarakat modern mulai mencari camilan yang bukan hanya lezat di lidah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi tubuh. Kombinasi antara rasa dan gizi inilah yang menjadikan camilan sehat sebagai kategori yang terus bertumbuh, bahkan menjadi salah satu fenomena paling menonjol di industri makanan global.
Di balik tren tersebut, ada kisah inspiratif dari sebuah desa kecil di Bali Timur. Sebuah perjalanan yang bermula dari usaha sosial sederhana, kini berhasil mengangkat potensi lokal ke kancah internasional. Dari desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar, lahirlah YAVA, sebuah brand camilan sehat yang bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga membawa dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Bagaimana perjalanan mereka hingga bisa menembus pasar global? Mari simak kisahnya.
Tidak ada komentar