Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan kembali bahwa perbedaan di tengah masyarakat merupakan kodrat kehidupan. Pernyataan Sultan ini merespons insiden pembubaran ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) oleh sekelompok massa di Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, DIY.
Keributan terjadi pada Minggu (24/5) pukul 07.45 WIB. Pada hari itu, jemaat GMS menggelar ibadah syukur karena mulai menempati bangunan sewa baru di kawasan Glugo yang berada di pinggir ring road.
Tidak ada komentar