jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) justru menuai gelombang kritik dan evaluasi. Kebijakan pemerintah yang mengalokasikan porsi besar Dana Desa untuk pembangunan fisik koperasi terpusat ini dinilai berpotensi menjauhkan masyarakat dari ruh asli koperasi itu sendiri.
Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Hempri Suyatna menyoroti pendekatan terpusat (top down) yang diterapkan pada KDMP.
Tidak ada komentar