Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 5,75% pada pertemuan 21-22 Juli 2026. Lalu apa dampak BI Rate bertahan di sektor saham properti?
Pengamat pasar modal, Hendra Wardana menuturkan, sektor properti menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan dengan BI Rate bertahan di 5,75%. Ia menilai, suku bunga stabil membuat bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) tidak mengalami kenaikan lanjutan sehingga daya beli masyarakat terhadap rumah tetap terjaga.
Tidak ada komentar