jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi memberikan catatan kritis terkait implementasi mandatori B50 yang mulai diberlakukan secara resmi pada hari ini, Rabu (1/7).
Fahmy mengapresiasi langkah berani pemerintah yang berupaya menyetop ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar melalui kebijakan tersebut.
Tidak ada komentar