Liputan6.com, Jakarta - Malaysia menjadi pasar utama untuk penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Asia Tenggara pada semester I 2026. Jumlah pencatatan saham mencapai 36, demikian berdasarkan laporan Deloitte yang dirilis 13 Juli 2026.
Mengutip Strait Times, Selasa (14/7/2026), pencatatan saham di Malaysia menghimpun dana US$ 1,3 miliar atau Rp 23,50 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.080).
Tidak ada komentar