jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) mengingatkan bahwa transformasi kesehatan nasional tidak boleh berhenti pada kebijakan, digitalisasi, maupun pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) IV dan HUT Ke-6 LAFKI, DR. Cashtry Meher, menegaskan keberhasilan transformasi kesehatan harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang bermutu.
Tidak ada komentar