Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan sepanjang perdagangan saham 18–22 Mei 2026 dengan koreksi 8,35% ke level 6.162,045. Bahkan, IHSG sepekan sempat menyentuh titik terendah tahun ini di level 5.966. Analis prediksi IHSG masih akan fluktuatif didorong sentimen domestik.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari kebijakan suku bunga tinggi bank sentral AS hingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi.
Tidak ada komentar