Liputan6.com, Serang - Suasana haru menyelimuti Rutan Kelas IIB Serang, ketika para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bisa memeluk erat serta bertemu keluarga di momentum Idul Fitri 2025. Sang ayah memeluk erat putrinya, suami menangis di pundak istri, hingga anak meminta maaf kepada orangtua karena harus mendekam di balik jeruji besi, mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ada juga seorang ayah yang memeluk putrinya yang masih kecil dengan erat, kucuran air mata tak mampu lagi dibendung, karena dirinya tidak bisa bermaaf-maafan di rumah, seperti keluarga pada umumnya. Dia harus mendekam di Rutan Kelas IIB Serang atas kesalahannya di mata hukum.
Tidak ada komentar