Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) terus memperkuat strategi lindung nilai (hedging) guna meminimalkan dampak selisih kurs antara dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di tengah laju pelemahan mata uang domestik yang lebih cepat dari perkiraan perusahaan pada 2026.
Direktur Keuangan GMF, Tri Hartono, mengatakan perseroan secara rutin melakukan upaya hedging untuk mengelola risiko nilai tukar, terutama karena sebagian transaksi dan kewajiban perusahaan masih terpengaruh oleh pergerakan dolar AS.
Tidak ada komentar