Liputan6.com, Jakarta - Warga Pulau Lombok NTB mengalami fenomena alam berupa jarak pandang yang terbatas, yakni berkisar antara 1 kilometer saat dini hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut peristiwa itu sebagai fenomena haze atau udara kabur.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto mengatakan, udara kabur itu terjadi saat musim kemarau akibat rendahnya kelembapan atmosfer membuat debu dan partikel kering melayang ke udara.
Tidak ada komentar