Liputan6.com, Jakarta - Jamu tradisional dikenal sebagai minuman herbal yang terbuat dari bahan alami tanpa banyak campuran pengawet. Karena itulah, cara penyimpanannya perlu diperhatikan agar rasa, aroma, dan manfaatnya tetap terjaga lebih lama. Banyak orang mulai rutin membuat jamu sendiri di rumah, mulai dari kunyit asam, jahe, hingga temulawak, namun masih belum memahami cara menyimpan yang benar sehingga jamu cepat berubah rasa atau basi.
Penyimpanan yang tepat tidak hanya membantu menjaga kesegaran jamu, tetapi juga membuat kandungan rempah di dalamnya tetap optimal saat dikonsumsi. Mulai dari pemilihan wadah hingga suhu penyimpanan, semua berpengaruh terhadap daya tahan minuman herbal tradisional ini. Sunarsih atau yang akrab disapa Mbak Sih (57) adalah seorang penjual jamu tradisional di Kota Yogyakarta yang telah berjualan sejak tahun 2012. Melalui wawancara bersama Liputan6 pada Kamis, 21 Mei 2026, Mbak Sih membagikan beberapa cara efektif menyimpan jamu tradisional agar tetap segar lebih lama. Simak selengkapnya.
Tidak ada komentar