Liputan6.com, Jakarta - Babat gongso merupakan hidangan ikonik khas Semarang yang terkenal dengan perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang khas. Kata “gongso” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti ditumis, merujuk pada teknik memasak bumbu rempah hingga harum dan meresap. Meski identik dengan penggunaan minyak saat menumis, babat gongso tetap bisa dibuat lebih sehat tanpa mengurangi cita rasa khasnya.
Cara membuat babat gongso tanpa minyak kini mulai banyak diminati karena dianggap lebih praktis dan rendah lemak. Dengan teknik memasak yang tepat, bumbu tetap dapat matang sempurna dan menghasilkan aroma sedap meski tanpa proses menggoreng. Kuncinya terletak pada pemilihan babat yang bersih serta penggunaan air atau kaldu sapi untuk membantu proses memasak bumbu.
Tidak ada komentar