Liputan6.com, Jakarta - Kampanye soal penggunaan bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan atau biofuel sudah lama dijalankan. Salah satunya bahan yang dipakai sebagai biofuel berasal dari barang dapur yang sering kali dipakai yaitu minyak jelantah atau used cooking oil. Namun, pernah kamu bertanya-tanya bagaimana bisa minyak jelantah yang notabene merupakan limbah bekas makanan bisa digunakan untuk menggerakkan mesin bermotor?
"Biasanya hal-hal yang dipakai untuk bahan bakar itu memiliki unsur karbon, jadi pembakaran, seperti batubara, itu dia punya kandungan karbon yang sangat tinggi, nah minyak juga. Makanya, jenis minyak itu dipakai untuk pembakaran dalam mesin yang dikenal sebagai ICE atau Internal Combustion Engine," sebut Aulia Qisthi, Dosen Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia, ketika ditemui di acara Media Briefing Cinema XXI di Jakarta Pusat, Rabu, 5 Juni 2024.
Tidak ada komentar