Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen dinilai memberikan kepastian bagi pelaku pasar, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik. Kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga untuk menjaga kinerja di tengah ketidakpastian global.
Analis Pasar Modal, Hendra Wardana, mengatakan keputusan BI mencerminkan keseimbangan antara menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, arus modal asing, dan momentum pemulihan ekonomi. Menurutnya, ruang kenaikan suku bunga semakin terbatas selama inflasi tetap terkendali dan tekanan terhadap rupiah tidak meningkat signifikan.
Tidak ada komentar