Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, keong mungkin identik dengan hama yang merugikan, terutama di area persawahan. Namun, di balik stigma tersebut, keong, khususnya keong sawah (tutut) dan keong mas, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menggiurkan. Dengan modal yang relatif kecil dan perawatan yang tidak rumit, budidaya keong dapat menjadi alternatif usaha menjanjikan, bahkan di lahan sempit sekalipun.
Potensi ini tidak hanya terbatas pada keong mas, tetapi juga keong sawah yang memiliki nilai jual tinggi untuk konsumsi manusia dan pakan ternak. Keong mas, misalnya, dikenal memiliki kandungan protein kasar mencapai 10-14%, menjadikannya pakan ternak berkualitas tinggi untuk unggas dan ikan air tawar. Sementara itu, keong sawah juga diminati sebagai sumber pangan alternatif yang kaya protein. Inovasi budidaya menggunakan karung bekas menjadi solusi cerdas untuk memanfaatkan ruang terbatas di sekitar rumah.
Tidak ada komentar