Liputan6.com, Jakarta - Model angkringan terpal sederhana menjadi pilihan banyak pelaku usaha kuliner karena modalnya relatif terjangkau namun tetap mampu menarik pelanggan. Konsep angkringan sendiri berasal dari budaya nongkrong santai khas Jawa dengan suasana lesehan yang hangat dan akrab. Kini, angkringan tidak hanya ditemukan di kota besar, tetapi juga menjamur hingga ke kampung dan desa karena fleksibel dijalankan di berbagai lokasi.
Selain biaya awal yang tidak terlalu besar, usaha angkringan juga mudah dikembangkan sesuai kebutuhan. Dengan memanfaatkan gerobak kayu, meja lesehan, dan terpal sederhana, pelaku usaha sudah bisa membuka tempat nongkrong nyaman untuk anak muda maupun keluarga. Bahkan banyak angkringan modern menambahkan fasilitas Wi-Fi dan dekorasi kekinian agar lebih ramai pengunjung.
Tidak ada komentar