REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ahli paru dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Budhi Antariksa mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang terdapat dalam beberapa jurnal ilmiah kedokteran, Ivermectin bisa memiliki efek sebagai penghambat replikasi virus Covid-19. Hal ini menjadikan Ivermectin berpotensi sebagai obat antivirus Covid-19.
Selain menghambat replikasi virus, obat ini juga memiliki efek antiperadangan sehingga kerusakan sel-sel paru berkurang. “Diketahui Ivermectin memiliki efek sebagai antiperadangan dan juga menghambat badai sitokin yang terjadi pada pasien Covid-19,” kata Budhi dihubungi Republika.co.id, Jumat (25/4).
Budhi mengatakan, obat Ivermectin merupakan salah satu upaya untuk mengatasi infeksi virus Covid-19. Apalagi, kata dia, saat ini kasus di Indonesia sedang mengalami peningkatan bersamaan dengan semakin banyaknya varian Covid-19 baru yakni varian delta, varian yang pertama kali ditemukan di India.
Tidak ada komentar