Merdeka.com - Para pengunjuk rasa pro-demokrasi di Thailand turun ke jalan menandai peringatan 89 tahun Revolusi Siam, kudeta tak berdarah yang mengakhiri monarki absolut negara itu dan mengantarkan pemerintahan konstitusional.
Demonstran yang beraksi di Bangkok pada Kamis (24/6) ini memiliki tiga tuntutan: reformasi konstitusi, pencopotan 250 pejabat militer dari parlemen dan pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.
Tidak ada komentar