REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR RI, Adian Napitupulu, tidak sepakat jika lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air dikaitkan dengan akurasi alat deteksi Covid menggunakan napas buatan dalam negeri, GeNose C19 atau Gadjah Mada Electric Nose.
Adian menilai patut dipertanyakan beberapa desakan yang menginginkan penggunaan GeNose dihentikan. Sebab, menurut politikus PDIP tersebut, jika karena GeNose tidak akurat, seharusnya lonjakan kasus Covid-19 sudah terjadi 1-2 dua bulan lalu.
"Itu pernyataan yang berdasarkan data, rasa atau kepentingan? Menurut saya kalau berdasarkan data jika GeNose menjadi penyebab maka harusnya lonjakan Covid terjadi setidaknya satu atau dua bulan setelah Genose dipergunakan atau sekitar bulan Maret atau April 2021 bukan bulan Juni," kata Adian, Jumat (25/6).
Tidak ada komentar