REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Minimnya ketersediaan informasi berbasis riset maupun pilihan produk nikotin alternatif di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (low- and middle-income countries atau LMIC) dinilai menghambat upaya edukasi dan pembentukan regulasi yang tepat sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh berbagai peneliti dan aktivis dari berbagai negara pada diskusi hari kedua Global Forum on Nicotine (GFN) 2021.
“Di Meksiko, kami memiliki 16,1 juta perokok. Namun, kami tidak memiliki data survei tahunan tentang jumlah perokok. Akibatnya, angka perokok tidak menurun dalam sepuluh tahun terakhir karena tidak ada mekanisme pemantauan dan tindakan lebih lanjut untuk mengurangi angka tersebut,” kata Co-Founder Pro-Vapeo Mexico Tomás O’Gorman, Jumat (25/6).
Tomás menambahkan, pembuat kebijakan sering kali belum memahami produk nikotin alternatif. Namun, pada saat yang sama, penggiat vape tidak dilibatkan dalam diskusi kebijakan. Padahal, partisipasi konsumen akan membantu mereka dalam mengakses informasi yang lebih akurat tentang produk, serta pemahaman lebih dalam mengenai kebutuhan masyarakat.
Tidak ada komentar