Liputan6.com, Jakarta - Anda masih ingat dengan situasi awal pandemi Covid-19 di Indonesia? Tempat makan, apapun bentuknya, termasuk kedai kopi, harus ditutup untuk mengendalikan penyebaran infeksi. Hal itu berdampak pada omset penjualan yang turun drastis. Kopi literan kemudian menjamur untuk menyiasati turunnya permintaan sekaligus menyelamatkan usaha.
Setahun lebih berlalu, laju ekonomi mulai bergeliat. Kedai kopi kembali boleh beroperasi dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Walau tak bisa menggunakan kapasitas secara penuh, kedai-kedai kopi mulai didatangi lagi para pecintanya. Lalu, apa kabar dengan kopi literan yang menyasar konsumen rumahan?
Tidak ada komentar