Suara.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak pemerintah agar menunda rencana pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022, Juli mendatang.
Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan, laju penularan atau positivity rate saat ini 17 persen, masih sangat tinggi dari standar WHO yang hanya lima persen. Dia menilai, kondisi ini sangat berbahaya bagi anak-anak terlebih mutasi virus membuat penularan lebih cepat.
Tidak ada komentar