Tel Aviv, IDN Times - Menjelang pawai ultranasionalis Yahudi, Israel sedang mempersiapkan antisipasi terjadi kerusuhan melalui Yerusalem Timur yang dapat memicu protes dari Palestina. Membatalkan pawai tersebut artinya pemerintah Israel mendapatkan kecaman keras. Bagaimana awal ceritanya?
Dilansir dari The Guardian, Israel sedang mempersiapkan kemungkinan kerusuhan menjelang pawai yang direncanakan oleh ultranasionalis Yahudi melalui Yerusalem Timur yang dapat memicu protes besar-besaran oleh Palestina serta bentrokan dengan polisi hanya beberapa minggu setelah Perang Gaza selama 11 hari. Pawai tersebut merupakan ujian awal bagi pemerintahan baru Israel yang rapuh, yang dilantik pada hari Minggu, 13 Juni 2021, lalu serta mencakup partai-partai dari seluruh spektrum politik, termasuk partai kecil Arab. Membatalkan pawai akan membuat Perdana Menteri Israel yang baru dilantik, Naftali Bennett, dan anggota koalisi sayap kanan lainnya mendapatkan kecaman keras dari mereka yang akan melihatnya sebagai penyerahan kepada penguasa militan Hamas di Jalur Gaza.
Tidak ada komentar