REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan, lembaga penegak hukum tersebut, termasuk dirinya tidak mengetahui adanya materi soal tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menanyakan memilih Alquran atau Pancasila.
Gufron menegaskan, tidak tahu-menahu soal TWK yang menjadi kontroversi itu. Masalah itu mencual setelah petugas yang mengetes pegawai KPK dalam rangka peralihan status menjadi ASN, melontarkan pertanyaan untuk memilih salah satu antara Alquran dan Pancasila.
"KPK dan saya tidak tahu tentang materi soalnya, metode dan bagaimana mekanisme evaluasinya, semuanya kami pasrahkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Ghufron usai memberikan keterangan di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (17/6).
Tidak ada komentar