REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan dewan mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menurut Huda, PTM diperlukan untuk meminimalisir learning loss dan dampak-dampak sosial budaya di masyarakat yang mengganggu perkembangan anak.
Huda berpendapat, jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring terus dilakukan maka anak tidak akan mendapatkan pendidikan dengan baik. Ia menilai, selama ini pemerintah tidak cekatan untuk membangun sistem PJJ yang lebih efektif dalam rangka mengganti PTM.
Menurutnya, PJJ selama satu tahun ini berjalan di tempat. Padahal, Huda mengatakan dewan memiliki ekspektasi tinggi terhadap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terkait pelaksanaan PJJ. Namun, faktanya di lapangan masyarakat tidak puas dengan pembelajaran yang selama ini berlangsung.
Tidak ada komentar