jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai mengarahkan insentif secara berbeda antara kendaraan berbasis nikel dan non-nikel.
Sebelumnya, pemerintah menyiapkan skema subsidi kendaraan listrik berbasis nikel yang akan bergulir pada Juni 2026 dengan alokasi 200 ribu unit untuk motor dan mobil listrik.
Tidak ada komentar