Liputan6.com, Jakarta - Nissan masih berupaya untuk kembali ke kondisi keuangan yang stabil, dan hal ini telah mendorong produsen asal Jepang tersebut melakukan serangkaian efiensi besar-besaran. Salah satunya adalah dengan melakukan penutupan pabrik, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kelebihan kapasitas.
Disitat dari Carscoops, pemangkasan juga menyebar ke Eropa, dengan sebuah lapran dari Financial Times, yang menyebutkan Nissan akan mengurangi jumlah karyawannya di Benua Biru, sekitar 10 persen, yang berarti sekitar 900 karyawan bisa terkena PHK.
Tidak ada komentar