Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah China mulai menyelidiki dugaan praktik pengurangan jarak tempuh mobil listrik, melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA). Langkah ini dilakukan setelah banyak pemilik roda empat bertenaga baterai ini, mengeluhkan penurunan performa jarak tempuh secara drastis usai sistem kendaraan diperbarui dari jarak jauh.
Laporan dari media pemerintah, China Media Group menyebutkan, sejumlah pengguna mengaku mobil listrik yang sebelumnya mampu menempuh sekitar 500 km berdasarkan standar CLTC, kini hanya bisa digunakan kurang dari 300 km dalam pemakaian nyata sehari-hari.
Tidak ada komentar