Liputan6.com, Jakarta - The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) telah memangkas prospek pertumbuhan global pada 2026. OECD juga memperingatkan kerusakan ekonomi akibat perang Amerika Serikat (AS)-Iran dapat menekan secara dramatis kecuali kesepakatan perdamaian yang berkelanjutan tercapat dengan cepat.
Mengutip CNBC, Rabu (3/6/2026), dalam prospek ekonomi Juni, OECD mengatakan, pertumbuhan global akan melambat dari 3,4% pada 2025 menjadi 2,8% pada 2026, sebelum pulih menjadi 3,1% pada 2027. Hal ini terjadi jika guncangan harga energi saat ini mulai mereda pada pertengahan 2026.
Tidak ada komentar