Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 seiring kuatnya sentimen eksternal yang mendorong penguatan dolar AS. Salah satunya dipicu ketegangan AS dan Iran.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah akan berlangsung fluktuatif, tetapi cenderung melemah hingga mendekati level psikologis 18.000 per dolar AS.
Tidak ada komentar