VIVA - Anggota Komisi VII DPR, Adian Napitupulu, tidak setuju penggunaan alat deteksi COVID-19 menggunakan nafas buatan dalam negeri, GeNose C19, atau Gadjah Mada Electric Nose, dihentikan. Alasannya, GeNose digemari masyarakat karena tidak harus dicolok hidungnya seperti tes PCR atau antigen, harga tesnya pun terjangkau yakni berkisar Rp30 ribu.
Oleh karena itu, pria 50 tahun tersebut menilai menghentikan penggunaan GeNose akan melukai rakyat kecil yang harus tetap beraktivitas untuk mencari nafkah meskipun di masa pandemi.
Tidak ada komentar